Berpikirlah seperti Air

Kekuatan air (water energy)

Air merupakan anugerah dari Sang Pencipta alam yang tak ternilai, faktanya bumi ini terdiri dari air yang hampir menutupi semua permukaanya. Manusia dan makhluk hidup lainnya sangat bergantung sekali dengan air ini, bahkan tubuh manusiapun terhimpun dari air yang mengisi bahkan menggerakan tubuhnya dengan aliran darah yang mengalir dalam tubuh.

Bisa dibayangkan jika kita tidak dianugerahkan air oleh yang kuasa, niscaya tidak adanya kehidupan di bumi ini, air merupakan salah satu sumber kehidupan di muka bumin ini.

Dengan air manusia dan makhluk hidup lainya bisa tumbuh dan berkembang hingga generasi ke generasi, jadi bersyukurlah kita kepada Yang Kuasa karena telah memberikan anugerah ini.

Banyak sekali pelajaran dan ilmu yang bisa kita ambil dari air ini, dan banyak pula tekhnologi sekarag ini yang bersumberkan pada air, sungguh sangat luar biasa ciptaah Tuhan yang satu ini.

 

Tirulah semangat air (spririt & goal)

Ketika air keluar dari sumber mata air dia sudah mempunyai tujuan yang pasti yaitu menuju samudera luas, yang diibaratkan sebagai tujuan dan cita-cita terbesar dari air itu sendiri.

Dalam perjalanan untuk mencapai tujuannya dia akan melalui berbagai rintangan yang menghadangya.

Ketika air mengalir dan arusnya masih kecil jika dia menemuai hambatan yang melebihi kekuatannya dia akan berbelok dan mencari jalan untuk melewati hambatannya,

Namun jika dia sudah mempunyai kekuatan yang lebih besar maka hambatan yang tadinya besar akan diterjangnya hingga hancur..

Ketika dia masih berupa arus kecil dan dihadapkan kepada batu besar, maka dia tidak akan terus menekan batu tersebut, tapi akan mencari celah-celah kecil diantara bebatuan tersebut, namun jika dia sudah menjadi arus yang besar maka hambatan yang tadinya dirasa sangat berat akan dengan mudah dilewatinya.

Jadi air akan terus berjuang mengatasi hambatan-hambatan yang menantinya dengan tanpa kenal lelah sampai dia mendapatkan apa yang dicita-citakanya

“Think like water flow, use your own strength”

Dalam menjalani hidup ini kita akan selalu menemui hambatan – hambatan dalam hidup ini untuk mewujudkan apa yang menjadi impian dan cita-cita kita. jika kita menyerah maka kita tidak akan mencapai imian kita.

Untuk dapat mewujudkan seluruh impian kita contohlah air, semua masalah yang menghadang akan selalu dia hadapi dengan berdaasarkan kekutan yang ada pada dirinya, dia akan melakukan semua usaha agar mecapai apa yang menjadi cita-citanya.

Samudera yang luas disana berasal dari titik mata air yang nun jauh diatas gunung, air keluar dari mata air hanya berupa tetesan-tetesan kecil  yang terus bergerak membentuk sungai-sungai besar menuju samudera.

Dalam perjalanannya air ini menemukan sekali banyak hambatan dan ringtangan, mereka harus membelah gunung, menerobos bebatuan, menyeruak diantara tebing-tebing tinggi, meluncur deras diantara lembah pegunungan mencari celah-celah yang dapat mereka lalui sehingga mereka mencapai ke samudera luas.

Impian dan cita-cita kita pun ibarat samudera lepas yang harus kita gapai, rintangan rintangan seperti batu-batu yang menghambat tujuan kita untuk mencapai tujuan kita, harus kita cari solusi agat jagan menhambat tujuan kita, disaat kita lemah janganlah menyerah pasti solusi itu ada meskipun hanya sebesar lubang jarum.

Jadi setiap gerakan kita sesuaikan dengan kemampuan kita, carilah solusi dari hambatan yang mengahdang didepan kita, karena meskipun kecil solusi itu pasti kita akan menemukan jalan keluarnya, ibarat air yang akan selalu mencari celah untuk terus mengalir menuju samudera luas, yang tak beda dari kita yang harus selalu yakin dengan kemampuan diri kita bahwa kita akan menemukan cara untuk mencapai semua impian-impian besar dalam hidup ini.

Semoga apa yang kita impikan dan cita-citakan akan terwujud dengan suatu keyakinan dan semangat yang kuat, seperti air yang mengalir dari gunung menuju samudera luas.

“Ciptakanlah Impian, dan Tirulah Semangat Air untuk Mewujudkannya”

2 Responses to Berpikirlah seperti Air

  1. faiz mengatakan:

    Mencerahkan !!!..

    Memang, selama ini filosfi hidup mengalir seperti air, semakin melenceng dari seharusnya. Hidup mengalir seperti air, diyakini sebagai hidup yang hanya mengikuti arus. Mau dibawa kemana, terserah !!!. Ikuti saja, gak pusing !!!.

    Padahal, kita terkadang lupa. Mengalir seperti air, merupakan “pekerjaan” kita sebagai hamba, dalam mematuhi “aturan mainnya”-Nya, dan menggunakan segala daya yang telah di “gratiskan”-Nya.

    Seneca pernah berkata : ” Bukan karena segalanya sulit, sehingga kita tidak berani. Tetapi karena kita tidak berani, segalanya menjadi sulit”. Sedikit banyak filosopi tersebut sesuai dengan tulisan anda diatas.

    Dan sekarang, sebuah pertanyaan kembali kepada kita : ” Adakah keberanian menerjang batu, akar, tebing, pasir, tuk menuju samudra ??”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: