“keramat” Cintai dan sayangi ibumu

mom i love you

mom

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Lagu “keramat” yang merupakan karya dari Rhoma irama yang cukup populer mengalu sendu yang dinyanyikan oleh seorang pengamen diatas bis yang saya tumpangi, entah karena dia memainkannya dengan iringan suling yang menyentuh hati atau karena cara dia menyanyikannya yang tiba-tiba membuat saya ingin memeperhatikan lirik lagunya.

Ketika saya perhatikan ternyata lirik lagu keramat ini sungguh menyentuh hati. Lagu ini mencertikan keutamaan dari ibu dan kewajiban kita sebagai seorang anak untuk selalu menghormati dan menyayangi ibu.

Memang jika dilihat secara nyata, ibu kita ini telah berjuang dengan memepertaruhkan nyawanya selama kurang lebih 9 bulan mengandung kita, kemudian dikala melahirkan kita dia berjuang antara hidup dan mati dengan keinginan melihat anaknya lahir kedunia dengan selamat, dikala kita bayi dia menyusui memberikan darahnya untuk kita, sampai kita dewasa pun kita tidak pernah kekurangan kasih sayangnya.

Begitu mulianyan para kaum ibu, semoga Allah selalu memberikan keberkahan buat ibu-ibu kita ini.

Namun kadangkala kita lupa dengan hal ini, kadang kita lupa dengan semua pengorbananya, kita kadangkala secara sengaja ataupun tidak suka mebuat hatinya terluka.

Yang sangat penting dan seringkali terlupa oleh kita adalah bahwa do’a ibu itu sangatlah mujarab :

“Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkany
a

terkadang jika kita sedang ada maksud tertentu atau sedang menghadapi masalah, kita selalu minta bantuan kepada orang lain (bahkan katanya sampai ke-“orang pintar”) padahal sumber dari dibukanya pintu do’a kita terkabul adalah ibu kita sendiri, bahkan alangkah baiknya menurut saran dari teman-teman saya “basuhlah kaki ibumu jika kau inginkan restu darinya“.

Sebegegitu mulianya seorang  Ibu ini bahkan Rasulullah S.A.W dalam suatu riwayat Abu Hurairah menceritakan :

Seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya : “Siapakah orang yang paling berhak untuk aku layani dengan sebaik-baiknya ?” Rasulullah menjawab : “Ibumu”. Dia bertanya lagi : ” Kemudian siapa ?” Rasulullah menjawab : “Ibumu” . Dia bertanya lagi : “Kemudian siapa ?” Rasulullah menjawab : “Ibumu”. Dia bertanya lagi : ” Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab : “Ayahmu”

Hadis ini juga menceritakan betapa sungguh mulianya seorang ibu, begiu bertinya ibu buat hidup kita.

Lagu “keramat” ini menyadarkan saya dan tak terasa saya merenung lama memahami lagu ini. (thank’s to pengamen yang membawakan lagu ini dengan penghayatannya)

(Mom i’m sorry if  ’till now i still hurt you, But Promise I trullly , really 1000X Loves you, and make you happy with me, proud that you have me as you son)

Nu enggeus, Nu eker, Nu arek (tawakal)

Nu enggeus, Nu eker, Nu arek !!

Kata-kata itu teriang lagi dalam ingatan, ya kata-kata tersbut sering diungkapkan oleh ibu saya yang mana merupakan petuah yang beliau dapatkan dari neneknya.

Arti dari kata tersebut kalau diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia adalah ” yang sudah menjalani, yang sedang menjalani dan yang akan menjalani” dimana ditujukan kepada kita untuk selalu memandang hidup dan semua keadaan ini dengan penuh tawakal, rendah hati dan tidak sombong.

Dimana petuah ini mengajarkan bagi kita yang sudah menjalaninya harus selalu bersyukur bahwa kita telah mampu menghadapi dan melewati cobaan dan ujian dalam menjalankan kehidupan ini, dan selalu mawas diri terhadap segala hal.

Bagi yang sedang menjalani atau mendapatkan cobaan diajarkan untuk selalu bertawakal dan berikhtiar serta jangan lupa untuk meminta bantuan kepada-Nya, karena segala permasalahan hidup ini pasti akan ada jalan keluarnya. Janganlah bersikap putus asa dan hilang harapan karena yakinlah bahwa cobaan ini pasati ada hikmahnya dan ingatlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan suatu cobaan melebihi batas kemampuan umat-Nya.

Bagi yang belum merasakan tantangan ataupun cobaan hidup atau bagi mereka yang saat ini berada dalam posisi yang nyaman, janganlah sombong dan takabur, hidup ini selalu berputar jadi selalulah bersikap rendah hati dan bantulah orang yang dalam kesulitan. Karena kita tidaklah tahu kapan dan dimana cobaan itu akan datang kepada kita.

Jadi berpiki dan bersikaplah positip dan sebarkanlah kebajikan dimanapun kita berada, Insya Allah kita akan selalu mendapatkan bantuan dari-Nya.

Hidup itu ibarat roda kadang diatas dan adakalanya dibawah,

how to be what you wanna be?? (make a dream)

how to be what you wanna be?!

Bagaimanakah menjadi orang seperti yang kita inginkan, itulah kira-kira terjemahan bebasnya.

Kadang kita bingdreamung apa yang harus kita lakukan untuk mecapai dan mewujudkan semua impian dan harapan kita. Apa yang kita mulai pertama kali?  cara apa yang harus kita tempuh? siapa yang bisa kita ajak untuk membantu kita ? dan masih banyak pertanyaan lain yang muncul dalam pikiran kita .

Saya bingung gimana yah caranya? padahalkan saya ingin sekali suskses dalam hidup ini” kalimat ini seringkali kita ucapkan ketika kita tidak tahu apalagi yang harus kita lakukan.

Sebenarnya langkah pertama untuk sukses itu adalah niat yang kuat dari diri kita, niat tersebut akan tergambar jelas dalam impian yang kita inginkan. Dari impian-impian inilah semua perjalanan kesuksesan kita dimulai, dengan mimpi – mimpi ini kita letakan sebagai pondasi awal untuk membangun suatu langkah awl kesuksesan yang kita inginkan.

Jadi mulailah dengan membuat suatu impian yang ingin kita wujudkan, buatlah seindah mungkin, sehingga akan memotivasi kita kemudian kuatkanlah niat untuk mewujudkannya.

mimpilah yang indah..