hirup

Hidup manusia itu berasal dan “samun” atau tanpa “bahan” (Adam itu berarti permulaan). Suasana kosong dalam kekosongan, sunyi dalam kesunyian. pangkal dan asal itu disebut “Sonyaruri” yang ada hanya Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa Tuhan itu ada, terbukti dari karyaNya.

Salah satu karyaNya ialah manusia. Meskipun manusia memiliki daya berpikir yang hebat, mustahil ia dapat mengggambarkan suatu Dzat yang memberi fikiran dan daya berfikir kepada manusia, tidak berbeda dengan mustahilnya kuman malaria dapat menggambarkan penderita malaria yang dihinggapinya. Dari semua makhluk Tuhan, hanya manusialah yang mampu memikirkan tentang ha1 ketuhanan, hanya manusialah yang mampu merasa keagungan Tuhan dan mampu berterima kasih kepadanya. Bahkan adanya sebutan “Tuhan” itu karena ada manusia, tetapi adanya manusia karena Tuhan. Maka hubungan Tuhan dg manusia itu dapat disamakan dengan adanya matahari dengan sinarnya.

Matahari tanpa sinar, bukannya matahari, sinar tanpa matahari mustahil. Adanya sinar karena matahari. Allah menjadikan manusia hanya karena “maha kuasaNya” yang disebut “kun”. Dari “kun” timbullah (lallirlah) “ingsun” yaitu “benih” manusia (oer-idee manusia). Karena “benih” ini belum berwujud, belum mempunyai bentuk. benih itu dikatakan masih berada di alam “nukat gaib” dan berupa sinar atau cahaya.

A. BADAN ROHANI

Manusia mempunyai badan rohani, itu artinya “ingsun” sudah memiliki bentuk yang haIus, yang disebut “anasir” sejati. Anasir ini terbentuk oleh 4 macam daya, yaitu:

1. Tirta Kamandanu,
2. Bagaskara,
3. Maruta dan
4. Swasana.

Jelasnya begini :

1. Sari Tirta Kamandanu disebut “rahmani” berupa cahaya putih seperti bintang.
2. Sari Bagaskara disebut “roh illafi”, berupa cahaya merah seperti matahari.
3. Sari Maruta disebut “roh rabani”, berupa cahaya kuning seperti bulan.
4. Sari Swasana adalah pengikat ketiga sari di atas dan kemudian merupakan “wadah” atau “wadag” kita.

Kalau bersatunya 3 macam sari itu sarna ukurannya, cahaya-cahaya itu berganti warna menjadi hijau muda. Inilah yang disebut “cahaya benih” dan kelak kemudian hari akan menjadi tempatnya “ingsun”.

Perbedaan perbandingan ukuran ketiga sari satu sama lain menimbulkan 9 macam warna, yaitu: 1. hijau tua, 2. hijau pupus, 3. biru tua, 4. biru muda, 5. hitam, 6. merah, 7. kuning, 8. putih, 9. ungu.

Inilah yang dinamakan “cahya siwi” atau “cahya anak”. Tiap-tiap warna mempengaruhi watak Sang Anak yang akan lahir. “Wiji siwi” atau “benih anak” itu yang memiliki fihak laki-Iaki, fihak wanita menjadi wadahnya. Priya-wanita yang ingin mempunyai turunan seyogyanya melihat dulu “wiji siwi di a1am gaib dengan bersemedi. Kemudian baru tidur bersama. Kalau fihak wanita bersedia juga pada waktu itu, maka keinginan mereka akan terlaksana, karena “‘wiji siwi” memang telah tersedia, kecuali kalau ada sesuatu hal misalnya penyakit atau bakat atau takdir yang tidak memungkinkannya.

B. BADAN JASMANI

Setelah terjadi persatuan antara “Wiji Siwi” dari pihak laki-laki dan “‘Wiji Telur” dari pihak perempuan. maka dengan karuia Tuhan tejadilah badan jasmani dari calon bayi. yang terdiri dari 4 sari.

1. air,
2. panas,
3. hawa dan
4. daging.

Di ilmu kebatinan disebut,

1. Toya,
2. Grama,
3. Agin dan
4. Bumi

Sari-sari dari panas, air dan dagmg, kalau bersatu disebut Trimurti. Daya ketiga dari ini melahirkan Pramana yang bersemayam di jantung. Dari jantung inilah nanti tumbuh calon bayi. Alam ini dinamakan “alam baka” atau “sonyanuri”. Dengan kata-kata populer: dari calon bayi itu yang tumbuh duluan adalah jantungnya dan belum dapat sesuatu apapun kecuali berdenyut dan tumbuh. Jantung ini mempunyai 3 daya yang disebut Tripusara. Tripusara melahirkan kemudian Triloka. yaitu : dimak, Jantung dan pringsil, atau disebut juga Ngendraloka, Guruloka dan Janaloka. Di dunia Islam disebut Betal-makmur, Betal Mukaram dan Betal Mukadas. Dengan kata-kata papuler: Mulai dengan jantung tumbuhlah kemudian bagan-bagan otak dan bagian kemaluan. Dari jantung lahirlah kemudian 3 kekuatan dan akhirnya tiga (suasana). Loka berarti tempat.

1. BETAL MAKUR

Betal Makmur adalah suatu tempat atau suatu suasana, dari mana segala sesuatu dirancang untuk kemudian dijalankan. Di sinilah tempatnya budhi, fikiran dan angan-angan. Siapa yang dapat mengheningkan atau menjernihkan ketiga-tiganya, akan menjadi awas atau waspada serta bijaksana.

2. BETAL MUKARAM

Betal Mukaram berarti tempat larangan. Di sini timbullah “kemauan yang pertama” atau “Wahyaning osik”. Dikatakan larangan, sebab kemauan kita ada yang jahat ada yang baik. Kalau tidak waspada, dapat mencelakakan kita.

Osik yang jahat itu di bawah pengaruh “roh illafi” atau budi, karena tertarik oleh nafsu, maka lahirlah apa yang dinamakan “nyet”. Maka dari itu siapa saja yang tunduk kepada “nyet” akan tergelincir. Osik yang baik itu berasal dan Tuhan, bersemayam di Rasa (Rahso) masuk di hati sanubari kemudian disebut “Perintah yang benar”. Timbulnya Perintah itu tanpa dengan dipikir-pikir dan ditimbang-timbang, tetapi keluar sendiri karena sudah menjadi keyakinan. Maka dari itu kita harus selalu meneliti diri kita sendin supaya segala tingkah laku kita betul dan jujur. Penelitian itu dapat dilatih dengan semedi.

3. BETAL MUKADAS

Betal Mukadas disebut juga tempat pasucen. Dari sinilah atau dengan inilah Tuhan Yang Maha Suci melahirkan mahluk baru dengan keheningan dan cinta kasih sayang. Memang sesungguhnya Tuhan itu cinta kasih sayang sendiri. God is liefde op zich-zelf. Semua agama berpedoman kepada cinta kasih sayang itu. Maka dari priya-wanita harus bersama-sama berpijak kepada rasa cinta kasih sayang itu satu sama lainnya untuk mendapatkan benih yang utama.

C. ZAT ASAL WADAG

Zat asal Wadag (Badan) itu terdiri clari 4 anasir yaitu 1. grama, 2. angin, 3. toya dan 4. bumi.

1. Grama atau panas, berasal dari roh (daya) melahirkan 4 macam nafsu, yaitu:

a. aluamah, mempunyai cahaya hitam
b. amarah, mempunyai cahaya merah
c. supiah, mempunyai cahaya kuning dan
d. mutmainah mempunyai cahaya putih

2. Agin atau hawa , mengakibatkan:

a. nafas
b. ampas
c. Tan napas dan
d. Nupus

3. Toya atau air, mengakibatkan 4 macam roh (daya) :

a. roh Jasmani
b. roh Nurani
c. roh Kabati dan
d. roh Hewani

4. Bumi atau daging (otot). melahirkan 4 bagian :

a. darah
b. daging
c. tulang dan
d. sungsum

D. BANYU URIP
Banyu urip atau Toya gesang (levenssap) itu memberi hidup dan tenaga kepada roh jasmani dan menjadi pangkal hidup rasa yang bertebaran ke seluruh panca indera. Kalau banyu urip ini keadaannya makin menipis berarti ajal kita mendekat.

E. ROH ILLAPI
Roh Illapi berasal dari sari cahaya Matahari. Sinarnya merah seperti sinar Matahari di pagi hari. Bersemayam di jantung, tugasnya memberi daya hidup kepada cahaya-cahaya lainnya.

F. LINTANG JOHAR
Lintang Johar itu berasal dari sari Maruta (Hawa). Cahaya kuning jernih seperti sinar bulan. Bersemayam di badan manusia di empedu mempunyai daya mengatur keluar masuk hawa di paru-paru.

Setelah alat-alat bayi sudah lengkap tersedia, maka Sang Bayi menerima “mudhah” 5 macam lagi yaitu:

1. Nur.
2. Rasa,
3. Roh,
4. Nafsu dan
5. Budi.

Maka Sang Bayi telah siap untuk lahir di dunia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: